Mengasap Harapan di Atas Loyang Tua: 16 Tahun Perjuangan Pak Nasihin Menjaga Bandros dan Masa Depan Anak-Anaknya

- Penulis

Senin, 8 Juni 2026 - 07:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut,Infojatengnews.com

Di sudut jalan yang mulai cerah oleh, aroma gurih kelapa parut dan adonan tepung beras
menyeruak di antara bisingnya suara kendaraan.

Di sana, seorang pria paruh baya dengan guratan lelah di wajahnya tengah sibuk membolak-balik penganan di atas loyang besi panas.
โ€‹Ia adalah Pak Nasihin (59), warga Kampung Cipicung, Desa Hegarmanah, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, Ia seorang pejuang jalanan yang sudah kurang lebih 16 tahun setia memikul gerobak Bandros demi menyambung hidup.

โ€‹Di era gempuran kuliner modern yang serba instan dan kekinian, pilihan Pak Nasihin untuk bertahan pada kue tradisional jadul ini bukan tanpa risiko. Seringkali, ia harus menelan pil pahit saat dagangannya sepi peminat ditambah harga mahal minyak bakar/minyak tanah. Namun bagi Nasihin, bandros bukan sekadar cara mencari uang, melainkan jembatan impian bagi masa depan anak-anaknya.

โ€‹Air Mata di Balik Gurihnya Bandros
โ€‹Perjalanan kurang lebih 16 tahun tentu bukan waktu yang singkat.

Nasihin menceritakan bagaimana pasang surut kehidupan menguji keteguhannya. Ada hari-hari di mana ia yang melelahkan apalagi kalau hujan lebat membuat penikmat bandros enggan keluar rumah.

โ€‹”Saya bangun sebelum adzan subuh membuat adonan, seteleh melaksanakan sholat subuh saya langsung berangkat dengan menempuh kiloan meter,” ujarnya

Saya dari rumah tidak sarapan dulu, paling kalau sudah siang beli kupatahu, sekira jam 11.00 saya pulang, setibanya, setelah sholat duhur mencari rumput untuk domba, ya lumayan punya 3 untuk penyambung hidup anak-anak saya 3 kan”, lanjutnya.

“Selain mencari rumput ya paling kerja serabutan termasuk tani, apa saja, kalau tidak seperti ini susah, makanya yang penting halal di sisa waktu setelah jualan saya kerja apa saja,” berkenang Nasihin, matanya tampak berkaca-kaca mengingat kehidupannya yang tegar.

Baca Juga:  Pisah Sambut Komandan Denpom IV/1 Purwokerto: Letkol Didik Kurniawan Wibowo Bertugas ke Puspomad, Digantikan Letkol David Christanto

โ€‹Tidak jarang, adonan bandros yang tidak habis terbuang sia-sia karena tidak bisa bertahan lama. Namun, setiap kali rasa lelah dan putus asa itu datang, Nasihin selalu memandangi wajah anak-anaknya yang terus tumbuh besar.

Rasa lelah itu seketika menguap, berganti menjadi bahan bakar semangat yang baru.

โ€‹Merawat Tradisi, Melahirkan kesuksesan anak-anaknya.
โ€‹Di tengah gempuran zaman, konsistensi Pak Nasihin membuahkan hasil yang luar biasa. Siapa sangka, dari sebongkah kue bandros murah meriah yang harganya tak seberapa,

Pak Naisihin berhasil menafkahi keluarganya secara halal. Lebih dari itu, ia mampu mematahkan stigma bahwa anak seorang pedagang kecil tidak bisa mengenyam pendidikan.

โ€‹Dari hasil keringatnya memikul gerobak:
โ€‹Anak-anaknya kini tumbuh besar ada yang sudah berkeluarga.

โ€‹”Saya ini orang susah, gak punya warisan apa-apa buat anak. Cuma pendidikan yang bisa saya kasih supaya nasib mereka tidak perih seperti bapaknya,” ujar Nasihin sambil menyeka keringat di dahinya.

โ€‹Pahlawan Kuliner yang Sesungguhnya
โ€‹Apa yang dilakukan Pak Nasihin adalah bukti nyata dari sebuah ketulusan dan kerja keras. Ia tidak hanya menjadi pahlawan bagi keluarganya, tetapi juga menjadi penjaga budaya. Di tangannya, kue bandrosโ€”kuliner legendaris yang perlahan mulai dilupakanโ€”tetap eksis dan memiliki cita rasa yang tidak pernah berubah sejak 16 tahun lalu.

โ€‹Kisah Pak Nasihin mengajarkan kita bahwa pekerjaan apa pun, seberapa pun kecilnya di mata manusia, jika ditekuni dengan keikhlasan dan cinta, akan mampu menghadirkan keajaiban yang besar.

โ€‹Saat siang semakin maju, Pak Nasihin kembali memikul tanggungannya menjauhi keramaian kota Bungbulang. Di bawah terik matahar dan panasnya jalan.

Pak Nasihin berhasil memikul masa depan generasi penerusnya menuju gerbang kesuksesan.

(Enjang/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel infojatengnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Pungli Lahan Perhutani Semarang, Oknum Pegawai Bungkam
Dugaan Penyaluran BBM Berskala Besar di SPBU 65.748.003 Pulang Pisau Disorot, Dokumen Tak Ditunjukkan dan Muncul Dugaan Intervensi Oknum
Dugaan Penyaluran BBM Berskala Besar di SPBU 65.748.003 Pulang Pisau Disorot, Dokumen Tak Ditunjukkan dan Muncul Dugaan Intervensi Oknum
Tim Trainer Polres Sragen Bekali 115 Pelajar SMK Sakti Gemolong Paham AI
SK PW PWI LS Jawa Tengah Resmi Diserahkan, Gus Miftah Tegaskan Komitmen Satu Komando dengan Pimpinan Pusat
Sertijab Wakpolres Purworejo, Kapolres Tekankan Penyegaran Organisasi dan Profesionalisme
Mubes I Forum Kebangsaan Ormas Kalteng Resmi Dibuka, Yanto E. Saputra Terpilih Jadi Koordinator
Polres Kudus Latih 399 Siswa SMKN 1 Kudus Pahami Ai dan Waspadai Kejahatan Siber
Berita ini 4 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 17:43 WIB

Dugaan Pungli Lahan Perhutani Semarang, Oknum Pegawai Bungkam

Selasa, 8 September 2026 - 12:17 WIB

Dugaan Penyaluran BBM Berskala Besar di SPBU 65.748.003 Pulang Pisau Disorot, Dokumen Tak Ditunjukkan dan Muncul Dugaan Intervensi Oknum

Selasa, 8 September 2026 - 11:46 WIB

Dugaan Penyaluran BBM Berskala Besar di SPBU 65.748.003 Pulang Pisau Disorot, Dokumen Tak Ditunjukkan dan Muncul Dugaan Intervensi Oknum

Senin, 7 September 2026 - 15:27 WIB

Tim Trainer Polres Sragen Bekali 115 Pelajar SMK Sakti Gemolong Paham AI

Senin, 7 September 2026 - 14:54 WIB

SK PW PWI LS Jawa Tengah Resmi Diserahkan, Gus Miftah Tegaskan Komitmen Satu Komando dengan Pimpinan Pusat

Berita Terbaru

BREAKING NEWS

Dugaan Pungli Lahan Perhutani Semarang, Oknum Pegawai Bungkam

Selasa, 8 Sep 2026 - 17:43 WIB