Audensi DPC LSM Harimau Banyumas Terkait Permasalahan P3D Desa Pamijen Baturaden Berlangsung Damai

- Penulis

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyumas Infojatengnews.comโ€“Audensi seleksi Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa (P3D) di Desa Pamijen, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, yang dilaksanakan pada Selasa (30/6/2026), terkait adanya aksi protes dari salah satu peserta P3D, Lembaga Swadaya Masyarakat Harapan Rakyat Indonesia Maju (LSM Harimau) DPC Banyumas ikut mengawal transparansi proses tersebut setelah menerima aduan dari salah satu peserta.adapun dalam acara diskusi ini adalah Camat Baturaden,Kapolsek Baturaden AKP Kuat Waluyo,Panitia P3D,Kepala Desa Pamijen,Team IT serta peserta yang mengajukan keberatan bersama Team Kuasanya DPC LSM Harimau Banyumas.

Kasus ini bermula pada Senin (29/6/2026), saat salah satu peserta ujian berinisial AP (27) mendatangi Sekretariat LSM Harimau DPC Banyumas. AP mengeluhkan fasilitas komputer yang digunakannya mengalami kerusakan pada tombol Backspace . Kerusakan teknis tersebut dinilai sangat mengganggu konsentrasinya saat mengerjakan soal berbasis Word, Excel, dan PowerPoint .
Merespons aduan tersebut, LSM Harimau DPC Banyumas langsung melayangkan surat keberatan resmi kepada Ketua Panitia P3D, yang ditembuskan hingga ke Kepala Desa dan tingkat Kabupaten. Mereka menuntut panitia melakukan kaji ulang, bahkan mendesak supaya diadakannya tes komputer ulang jika tidak ditemukan solusi yang adil.
Surat persetujuan tersebut mendapat respon cepat dari Camat Baturraden, Bangkit Angga Barokah S.STP.,M.Si. Sebuah forum diskusi dan audiensi kemudian diadakan di Kantor Balai Desa Pamijen untuk membedah permasalahan tersebut.
โ€œKeberatan terhadap hasil merupakan hak peserta, jadi disampaikan langsung kepada panitia,โ€ ujar Camat Baturraden melalui sambungan telepon kepada Sekretaris DPC LSM Harimau sebelum pertemuan.

Dalam audiensi yang berlangsung cukup lama, AP menyampaikan kekecewaannya. Ia menegaskan tidak mempermasalahkan siapa pun yang lolos, melainkan menyayangkan kondisi alat ujian yang tidak prima.
“Saya tidak protes siapa yang lulus, tapi saya kecewa komputer yang saya pakai eror. Saya sudah melapor ke panitia supaya waktu di- break (diberhentikan sementara) dulu. Tapi tim IT hanya memperbaiki saja, sedangkan erornya berlanjut sampai waktu ujian selesai,” keluh AP.
Menangapi hal itu, tim teknis IT yang mengakui adanya kendala pada komputer AP. Namun, mereka menjelaskan bahwa keputusan untuk menghentikan waktu ujian (break) berada di luar kewenangan mereka.
Sementara itu, Malik, salah satu pengawas yang juga bagian dari panitia, mengakui tidak menghentikan waktu saat ujian berjalan. Sebaliknya panitia memberikan waktu tambahan.
โ€œMemang kita tidak melakukan break , akan tetapi saya memberikan waktu tambahan lebih dari 5 menit kepada semua peserta, tidak hanya kepada AP saja. Karena saat tes berlangsung, memang ada 4 komputer yang mengalami error,โ€ jelas Malik.

Buka Data dan Selisih Tipis Satu Poin
Guna menjaga transparansi, Camat Baturraden selaku fasilitator akhirnya membuka hasil ujian komputer secara transparan, khususnya untuk peringkat 1 dan peringkat 2. Dari data yang dibuka, diketahui selisih nilai kedua peserta sangat tipis, yakni hanya satu poin. Peserta berinisial DS meraih poin tertinggi dengan skor 125, sementara AP berada di posisi kedua dengan skor 124.
Meskipun akhirnya menerima keputusan panitia setelah melihat transparansi data tersebut, Sekretaris DPC LSM Harimau Banyumas, Imam Suratno, sangat menyayangkan kecerobohan pihak panitia. Menurutnya, panitia P3D seharusnya wajib menyediakan perangkat yang prima demi menentukan nasib para peserta yang ingin mengabdi di desa.
“Jangan sampai hal ini terulang di desa lain. Ini bukan sekadar ujian biasa, ini penentuan nasib mereka yang punya semangat mengabdi. Sangat memalukan jika harus terkendala alat tes yang tidak berfungsi dengan baik,” kata Imam.
Imam juga menambahkan, tingginya minat masyarakat dalam seleksi P3D kerap memicu stigma negatif di tengah masyarakat, terutama terkait potensi kejadian yang sulit dibuktikan. Namun, ia mengapresiasi keterbukaan Pemdes Pamijen.
โ€œKebetulan di Desa Pamijen ini cukup transparan dan saya mengapresiasi hal itu,โ€ tutup Imam.

Baca Juga:  Dua Hari Setelah Viral, KK Endang Akhirnya Terbit; Bupati Turun Tangan, Camat Sidak Desa Temboro

Sebelum acara dimulai sempat terjadi ketegangan antara Sekretaris DPC LSM Harimau dengan oknum Babinsa Koramil Baturraden. Ketegangan dipicu saat oknum Babinsa tersebut menayakan surat tugas LSM dengan nada yang dinilai cukup arogan.
“Jujur saya kecewa dengan sikap Babinsa di sana. Kami datang baik-baik, sudah mengirim surat resmi, dan sudah berkomunikasi lewat telepon dengan Pak Camat. Namun, dia memanggil saya sebagai penanggung jawab dengan cara yang tidak ramah, kita menyikapi terkait waktu yang segera,karena mengingat sesuai Perbup Banyumas no 35 tahun 2017 pada pasal 19 mengatur waktu berjenjang serah terima hasil dari panitia hingga Camat untuk memberikan rekomendasi,” ungkap Imam.
Menurut Imam, oknum Babinsa tersebut bahkan sempat mengungkit-ungkit kejadian masa lalunya saat berdinas di Purbalingga mengenai ormas yang mendatangi pabrik-pabrik di Kabupaten Purbalingga.
“Banyak mata yang melihat cara dia memanggil saya. Dia memberikan contoh kejadian kedatangan ormas dari Jakarta di Purbalingga dulu. Saya tidak tahu jalan pikirannya, apa maksud dia menyampaikan ke saya dengan peristiwa yang konteksnya sangat jauh berbeda seperti itu,” pungkas Imam menyayangkan kejadian tersebut.

Hasil akhir dari Audensi dan diskusi adanya permasalahan terkait pemahaman persepsi dari proses P3D Desa Pamijen Kecamatan Baturaden antara salah satu peserta yang tidak yang dikuasakan pendampingan LSM Harimau dengan Panitia P3D adalah saling memahami dan menerima dengan lapang dada serta saling tidak menyalahkan dengan saling bersalaman dan ditutup dengan foto bersama.

( Iwan/ Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel infojatengnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Beroperasi Tanpa Papan Informasi, Aktivitas Tambang Galia c Tawengan sambi boyolali Jadi sorotan
59 Personel Polres Semarang Naik Pangkat, Kapolres: Ini Bentuk Apresiasi atas Kinerja dan Harus Disyukuri.
Bus Masuk Parit di Tol Bawen-Salatiga, Dua Penumpang Meninggal Dunia.
Marak Penjualan Rokok Tanpa Cukai di Cilengsi, Diduga Tak Ditindak Tegas APH
Hj Peni Ngesti Nugraha Resmikan โ€œRumah Cinta PKKโ€ Kecamatan Ambarawa – Tempati Rumah Dinas Camat, Satu-Satunya di Kabupaten semarang
Diduga Bolak-balik Mengisi Pertalite, Aktivitas di SPBU Gamol Jadi Sorotan Warga
Lansia Asal Tegal Tersesat Usai Berwisata di Celosia, Ditemukan Selamat di Alun-alun Lama Ungaran.
Diduga Jadi Gudang BBM Ilegal, Aktivitas Mencurigakan di Suradadi Tegal Terendus Media
Berita ini 16 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:07 WIB

Audensi DPC LSM Harimau Banyumas Terkait Permasalahan P3D Desa Pamijen Baturaden Berlangsung Damai

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:59 WIB

Diduga Beroperasi Tanpa Papan Informasi, Aktivitas Tambang Galia c Tawengan sambi boyolali Jadi sorotan

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:53 WIB

59 Personel Polres Semarang Naik Pangkat, Kapolres: Ini Bentuk Apresiasi atas Kinerja dan Harus Disyukuri.

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:10 WIB

Bus Masuk Parit di Tol Bawen-Salatiga, Dua Penumpang Meninggal Dunia.

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:07 WIB

Marak Penjualan Rokok Tanpa Cukai di Cilengsi, Diduga Tak Ditindak Tegas APH

Berita Terbaru

BREAKING NEWS

Bus Masuk Parit di Tol Bawen-Salatiga, Dua Penumpang Meninggal Dunia.

Selasa, 30 Jun 2026 - 15:10 WIB