Nyawa Dipertaruhkan di Jalan Kandis, Teuku Reyza: Anak-Anak Ini Diduga Dieksploitasi

- Penulis

Senin, 3 Agustus 2026 - 07:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIAK โ€”INFOJATENGNEWS.COM- Ketua Gerakan Masyarakat Perlindungan Perempuan dan Anak (GERMAS PPA) Riau, Teuku Reyza, menyoroti keberadaan anak-anak yang meminta sumbangan di badan Jalan Libo Baru Kilometer 4โ€“6, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak. Ia menilai kondisi tersebut mengarah pada indikasi eksploitasi dan membahayakan keselamatan anak.

โ€œIni bukan sekadar persoalan sosial biasa. Ada indikasi eksploitasi anak. Mereka ditempatkan di ruang publik yang berisiko tinggi, di tengah arus kendaraan berat,โ€ kata Reyza, Rabu, 29 Juli 2026.

Pantauan di lapangan menunjukkan sedikitnya tiga titik di sepanjang ruas jalan itu digunakan anak-anak untuk meminta sumbangan. Mereka terlihat duduk di tengah hingga tepi jalan, menyodorkan tangan kepada pengendara yang melintas.

Ruas Jalan Libo Baru dikenal sebagai jalur padat kendaraan, termasuk truk bertonase besar milik industri migas PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Jalur ini juga menjadi akses utama masyarakat menuju wilayah Sontang dan sekitarnya.
Reyza menilai situasi tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut. Ia mendesak pemerintah daerah, dinas sosial, serta aparat penegak hukum segera melakukan penanganan terpadu.

โ€œNegara harus hadir. Jangan tunggu korban. Anak-anak ini mempertaruhkan nyawa setiap hari di jalan,โ€ ujarnya.
Menurut dia, perlu ada langkah cepat untuk menertibkan aktivitas di lapangan sekaligus menelusuri kemungkinan adanya pihak yang memanfaatkan anak-anak tersebut.

โ€œHarus diinvestigasi. Apakah ini murni karena tekanan ekonomi keluarga atau ada yang mengorganisir. Jika terbukti ada eksploitasi, penegakan hukum harus dilakukan,โ€ kata Reyza.

Ia juga menekankan pentingnya pemulihan dan perlindungan terhadap anak-anak yang terlibat, termasuk memastikan mereka kembali ke lingkungan yang aman dan memperoleh akses pendidikan.
โ€œAnak bukan alat mencari uang. Mereka harus dilindungi, dididik, dan dijamin masa depannya,โ€ ujar Reyza.

Baca Juga:  Pangdam IV/Diponegoro Pimpin AKRS HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tingkat Provinsi Jateng

Sementara itu, seorang pengguna jalan, Suheri, mengaku hampir setiap hari melihat aktivitas anak-anak tersebut saat melintas. Ia menilai kondisi itu sangat berbahaya karena jalan tersebut dilalui kendaraan besar.

โ€œSudah lama terjadi. Hampir setiap hari ada. Kendaraan besar lewat terus. Sangat berisiko,โ€ kata dia.

Reyza kembali menegaskan, persoalan ini membutuhkan respons cepat dan serius dari semua pihak. โ€œIni ujian bagi kehadiran negara dalam melindungi anak,โ€ ujarnya.

Tim/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel infojatengnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Filosofi Jawa “Alam Sejati” Agus Kliwir : Keteguhan, Kehidupan dan Pengayoman
Dari Masjid Baiturrahman, Kapolresta Pati Gaungkan โ€œTetep Seduluran Saklawase
Lahan Rumah Sederhana Berubah Komersial, Dua Petinggi Sapphire Mansion Tersangka
Apresiasi Atas Penetapan Tersangka Kasus Sapphire Mansion Sokaraja Banyumas
Polres Purworejo Salurkan 4.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Pemilik Family Bakery Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual, Gandeng LSM Tamperak
Pangdam IV/Diponegoro Dorong Atlet Menembak Kejar Prestasi Nasional dan Internasional
Danrem 072/Pamungkas Hadiri Pembukaan Open Tournament Domino Orado 101 Piala Panglima TNI
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 13:27 WIB

Filosofi Jawa “Alam Sejati” Agus Kliwir : Keteguhan, Kehidupan dan Pengayoman

Senin, 28 September 2026 - 13:22 WIB

Dari Masjid Baiturrahman, Kapolresta Pati Gaungkan โ€œTetep Seduluran Saklawase

Senin, 28 September 2026 - 11:32 WIB

Apresiasi Atas Penetapan Tersangka Kasus Sapphire Mansion Sokaraja Banyumas

Senin, 28 September 2026 - 06:50 WIB

Polres Purworejo Salurkan 4.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Senin, 28 September 2026 - 06:45 WIB

Pemilik Family Bakery Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual, Gandeng LSM Tamperak

Berita Terbaru