PMI Kota Semarang Bentuk Tim Relawan Kebencanaan dari 16 Perguruan Tinggi, Libatkan 170 Personel

- Penulis

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG โ€“ Infojatengnews.com-Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang membentuk tim relawan kebencanaan yang melibatkan mahasiswa dari 16 perguruan tinggi di Kota Semarang. Tim ini disiapkan untuk memperkuat kesiapsiagaan dan membantu penanganan bencana, baik pada musim kemarau maupun musim penghujan.

Tim tersebut berawal dari inisiatif relawan Korps Sukarela (KSR) di salah satu perguruan tinggi, yakni Universitas Semarang (USM). Program kemudian dikembangkan agar melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang memiliki Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) KSR.

Dalam pembentukannya, setiap perguruan tinggi diminta mengirimkan sekitar 10 mahasiswa untuk bergabung. Secara keseluruhan, jumlah peserta yang terlibat mencapai sekitar 170 orang, termasuk personel dari unsur terkait.

Pembentukan tim ini menjadi salah satu upaya PMI Kota Semarang untuk memperkuat ketersediaan sumber daya manusia dalam menghadapi situasi darurat.

Perwakilan PMI Kota Semarang Wiwit Rijanto S.H, M.H menyatakan keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan personel ketika terjadi bencana maupun saat PMI menggelar kegiatan kesiapsiagaan.

โ€œKalau nanti ada bencana di Kota Semarang, kita siap. Jadi, tidak hanya untuk musim penghujan, tetapi juga musim kemarau,โ€ ujarnya.

Dibekali Materi Manajemen Kebencanaan

Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai manajemen relawan dan manajemen kebencanaan. Materi yang diberikan mencakup pengelolaan data dan informasi, koordinasi antarinstansi, serta mekanisme penanganan bencana melalui posko siaga 24 jam.

Posko tersebut berfungsi menerima laporan masyarakat terkait kejadian bencana, mengolah informasi, serta mengoordinasikan pengerahan personel untuk membantu penanganan di lapangan.

Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari dengan materi yang cukup padat. Menurut perwakilan PMI Kota Semarang, materi yang disampaikan merupakan bagian dari pembekalan manajemen kebencanaan yang dalam paket pelatihan lebih panjang dapat mencapai 120 jam.

Baca Juga:  Tanggap Cepat Pemerintah untuk NTT, Letkol Teddy Indra Wijaya Dukung Percepatan Distribusi Bantuan Bencana

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, termasuk mengetahui pihak yang harus dihubungi serta langkah yang perlu dilakukan ketika terjadi keadaan darurat.

Perkuat Kesiapsiagaan Musim Kemarau dan Penghujan

Selain menghadapi potensi bencana pada musim penghujan, tim relawan juga disiapkan untuk membantu penanganan dampak kekeringan pada musim kemarau.

Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak. Saat ini, PMI Kota Semarang menyebut memiliki satu mobil tangki air untuk mendukung kegiatan tersebut.

Ke depan, PMI berharap dapat menambah armada menjadi dua atau tiga unit. Upaya itu diharapkan bisa didukung melalui bantuan pemerintah, donatur, maupun perusahaan yang bersedia berkontribusi dalam pengadaan sarana penanggulangan bencana.

PMI Kota Semarang menyatakan siap menyalurkan bantuan dan mengoptimalkan sarana yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama ketika terjadi kekurangan air bersih.

Bersinergi dengan Damkar dan Posko 24 Jam

Dalam penanganan keadaan darurat, PMI Kota Semarang juga menjalin koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar).

Kolaborasi tersebut dilakukan melalui koordinasi posko sehingga laporan kejadian dapat ditindaklanjuti oleh instansi sesuai tugas dan kewenangannya.

Dalam kejadian kebakaran, misalnya, Damkar berfokus pada pemadaman api, sedangkan PMI dapat membantu penanganan korban, warga terdampak, maupun petugas yang membutuhkan pertolongan.

Keberadaan tim relawan dari perguruan tinggi diharapkan memperkuat koordinasi tersebut, terutama ketika dibutuhkan tambahan personel dalam waktu cepat.

Tim ini juga dibentuk secara khusus untuk mendukung kebutuhan PMI Kota Semarang, bukan hanya untuk menjalankan kegiatan di lingkungan kampus masing-masing.

Dengan demikian, mahasiswa yang tergabung di dalamnya diharapkan bersedia bertugas ketika dipanggil untuk membantu PMI, termasuk

Tim /Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel infojatengnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jalan Rabat Beton Gumelar Lor Tuntas, Progres Sawangan Capai 64 Persen dalam Bakti TNI AD untuk Rakyat*
Diduga Hanya Kantongi NIB, Tambang Pasir CV. Sartika Putra Jaya di Mancak Disorot Warga
Food Festival dan Cultural Night di UNDIP Satukan Keragaman 15 Negara Mahasiswa Internasional
Hari Kedua Verval KDKMP, Tim Mabes TNI Sasar Tujuh Koperasi di Kecamatan Maos
Bakti TNI AD untuk Rakyat Mulai Bergerak di Banyumasโ€“Kebumen,
Konsolidasi Rencana Aksi Selamatkan Banyumas: 28 Oktober 2026 Jadi Momentum Rakyat Bersatu Tegakkan Kebenaran
Jumat Keliling Polres Boyolali, Wujud Kedekatan Polri dengan Masyarakat
Rotasi Perangkat Desa Kembaran: Tiga Pejabat Resmi Dilantik, Mengisi Kekosongan Sekretaris Desa
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:48 WIB

PMI Kota Semarang Bentuk Tim Relawan Kebencanaan dari 16 Perguruan Tinggi, Libatkan 170 Personel

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rabat Beton Gumelar Lor Tuntas, Progres Sawangan Capai 64 Persen dalam Bakti TNI AD untuk Rakyat*

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Diduga Hanya Kantongi NIB, Tambang Pasir CV. Sartika Putra Jaya di Mancak Disorot Warga

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Hari Kedua Verval KDKMP, Tim Mabes TNI Sasar Tujuh Koperasi di Kecamatan Maos

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:52 WIB

Bakti TNI AD untuk Rakyat Mulai Bergerak di Banyumasโ€“Kebumen,

Berita Terbaru