KSM Randu Makmur Banyumas Dilirik Dunia Internasional, Namun Biaya Kelengkapan Dokumen Ditanggung Pribadi

- Penulis

Minggu, 11 Oktober 2026 - 00:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infojatengnews.com – Keberhasilan Kelompok Swadaya Masyarakat(KSM)Randu Makmur yang mengelola Tempat Pengolahan Sampah Terpadu(TPST)di Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, terus mendapat pengakuan luas. Terbaru, perwakilan KSM dikirim ke Kamboja pada 30 September hingga 2 Oktober 2026 untuk berbagi praktik terbaik pengelolaan sampah di forum internasional atas undangan GIZ yaitu lembaga pemerhati lingkungan dari Jerman.

Kehadiran Wahid, selaku Ketua KSM Randu Makmur, disambut sangat baik oleh para menteri dan pemangku kepentingan di Kamboja. Ia berkesempatan berbagi pengalaman di hadapan lebih dari 1.000 peserta yang hadir dari berbagai negara. Sebuah kebanggaan yang membawa nama baik Kabupaten Banyumas dan Indonesia di kancah dunia.

Namun di balik pencapaian tersebut, ada kendala yang perlu diperhatikan. Wahid mengungkapkan dua hal yang menjadi sorotan:

Pertama, beban biaya ditanggung sendiri khususnya untuk pengurusan dokumen pasport dan lainnya, Hingga saat ini, uang saku belum diterima. Seluruh biaya, mulai dari pembuatan paspor hingga keperluan perjalanan, dibiayai secara pribadi dengan total mendekati Rp5.000.000. Harapannya, jika pihak pengundang belum dapat menutupi, pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup atau instansi terkait dapat memberikan dukungan yang layak.

Kedua, tantangan di perjalanan. Saat itu pemerintah Kamboja baru saja menyelesaikan operasi pemberantasan geng mafia perdagangan organ tubuh,sehingga pengawasan di imigrasi sangat ketat. Berbagai aturan diberlakukan secara ketat, termasuk larangan merokok yang berlaku penuh selama kunjungan.

“Membawa nama bangsa dan daerah itu sebuah kehormatan. Namun dukungan yang layak juga sangat diperlukan agar semangat perwakilan daerah tetap terjaga ke depannya,” ujar Wahid saat ditemui di Kedungrandu.

Semoga ke depan, setiap warga yang mengharumkan nama daerah dapat didukung dengan fasilitas yang memadai, sehingga fokus utama adalah memaksimalkan manfaat kunjungan, bukan memikirkan beban biaya sendiri.

Baca Juga:  DPRD Jateng Tampung Aspirasi Pekerja Online: Dorong Perlindungan, Jaminan Keselamatan & Status Kemitraan

( Iwan/ Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel infojatengnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Galian Pasir Pesisir Tanggulangin Dikeluhkan Warga, Lahan Pertanian Terancam Rusak
9 Hari Berjalan, Program Parkir Gratis Alfamart di Banyumas Diklaim Berhasil
9 Hari Berjalan, Program Parkir Gratis Alfamart di Banyumas Diklaim Berhasil
Persiapan Pilkades Serentak, Polres Semarang petakan kerawanan hingga siagakan personel.
Konfirmasi Kasus Penganiayaan Di UHB Purwokerto,Menunggu Jawaban Rektor
Sorot Penanganan Kasus Kekerasan Mahasiswa, Media Layangkan 12 Pertanyaan ke Rektor UHB Purwokerto
Kolaborasi Internasional — WFH Kunjungi Pasien Hemofilia, Dokter HOA RSUD Banyumas Dampingi Pemberian Terapi
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 00:34 WIB

KSM Randu Makmur Banyumas Dilirik Dunia Internasional, Namun Biaya Kelengkapan Dokumen Ditanggung Pribadi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 00:53 WIB

Galian Pasir Pesisir Tanggulangin Dikeluhkan Warga, Lahan Pertanian Terancam Rusak

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:59 WIB

9 Hari Berjalan, Program Parkir Gratis Alfamart di Banyumas Diklaim Berhasil

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:41 WIB

9 Hari Berjalan, Program Parkir Gratis Alfamart di Banyumas Diklaim Berhasil

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:15 WIB

Berita Terbaru