BANYUMAS, Infojatengnews.com โ Upaya melindungi warga sekaligus memperkuat pembangunan di Desa Ledug, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, terus berlanjut berkat dukungan pendanaan dari pemerintah pusat. Pada Jumat, 28 Agustus 2026, bertempat di Aula Balai Desa Ledug, digelar sosialisasi tahap kedua penanganan pekerjaan penguatan tebing Sungai Pelus. Kegiatan dihadiri jajaran Forkompimcam serta perwakilan warga terdampak, termasuk para Ketua RT dan RW.
Nilai proyek yang sangat besar membuat pelaksanaannya harus dibawa ke tingkat nasional, sehingga tidak dapat ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi.
Kepala Desa Ledug, Sugeng Riyadi, menjelaskan proses pengajuannya: โAwalnya kami sampaikan lewat Kabupaten, namun dikarenakan biaya yang terlalu besar, anggaran Kabupaten tidak mampu, Provinsi pun demikian. Akhirnya diupayakan melalui Balai Pengelolaan Wilayah Sungai (BPWS) SerayuโOpak agar masuk ke APBN. Dulu saya sudah berkoordinasi dengan Yanuar Arif Wibowo, Anggota DPR RI saat masih bertugas di Komisi V, dan alhamdulillah kini terus berlanjut sampai tahap pengerjaan ini.โ
Sungai Pelus selama ini menjadi zona bahaya nyata โ tebing terus terkikis hingga jarak ke bangunan warga tersisa hanya sekitar satu meter, berulang kali memicu longsor serta merusak jalan, lahan pertanian, dan pemukiman. Terdapat tiga titik rawan longsor: RW 1 (Kadus I), RW 3 (Kadus III), serta RW 6 (Kadus III). โSaat ini baru satu lokasi yang mulai ditangani,โ ungkap Sugeng. Masalah ini bermula sejak bendungan penahan aliran hancur pada tahun 1996 โ sejak itu arus lepas tak tertahankan dan terus menggerus daratan, bahkan sekitar dua hektar wilayah Desa Ledug tergerus hingga kini masuk batas wilayah Kelurahan Mersi.
โHarapan kami sederhana namun sangat berarti: begitu selesai dikerjakan, warga yang tinggal di bantaran sungai akhirnya bisa tidur nyenyak, merasa aman, tenang, dan tidak lagi cemas atau was-was setiap kali langit mendung dan hujan deras turun. Tentu saja kelak ketiga titik berbahaya ini semuanya berharap ikut tertangani menyeluruh, bukan baru sebagian saja,โ ujar Kades penuh harap.
(Iwan/Red)








