Memahami Penyebab dan Dampak Luas bagi Manusia, Satwa, dan Lingkungan

- Penulis

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMALANG — Berita kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kian mendominasi pemberitaan dalam beberapa waktu terakhir. Hampir setiap hari masyarakat disuguhi informasi mengenai titik api yang muncul di berbagai wilayah, sehingga menimbulkan banyak pertanyaan di tengah masyarakat — mulai dari ASN, mahasiswa, petani, nelayan, hingga masyarakat umum: mengapa hutan terus terbakar, dan apa dampak besarnya bagi kehidupan di Indonesia?

Dampak pada Kesehatan Masyarakat

Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah wilayah dilaporkan mengalami peningkatan titik api dan kabut asap. Dampak langsungnya dirasakan oleh kesehatan masyarakat. Data Kementerian Kesehatan mencatat, secara akumulatif sejak Agustus hingga Oktober 2026 telah tercatat 314.124 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah terdampak karhutla. Dari jumlah tersebut, 70.890 kasus dialami anak usia 0–5 tahun, dengan jumlah kasus tertinggi tercatat di Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan.

Satwa Liar Juga Menjadi Korban

Namun dampak buruk karhutla tidak dirasakan manusia saja. Hewan liar penghuni hutan — mulai dari hewan pengerat, mamalia, hewan buas, hingga berbagai spesies unggas — juga menjadi korban. Angka pasti hewan yang mati belum terdata, namun kerusakan habitat akibat kebakaran berdampak besar pada kelangsungan hidup mereka.

Secara alami, satwa sebenarnya memiliki kemampuan beradaptasi terhadap api. Burung terbang menjauh, mamalia berlari, amfibi dan hewan kecil bersembunyi di dalam tanah, batang kayu, atau di bawah bebatuan. Beberapa hewan besar pun berlindung di perairan. Seperti dijelaskan ahli ekologi ekosistem Mazeika Sullivan dari Ohio State University, api sesungguhnya adalah bagian alami dari lanskap — beberapa spesies bahkan membutuhkan api untuk bertahan hidup dan berkembang biak.

Namun, intensitas dan luas kebakaran yang terjadi saat ini sudah melampaui batas kemampuan adaptasi banyak spesies. Ditambah lagi perubahan iklim yang meningkatkan suhu dan memperpanjang musim kemarau, membuat lanskap semakin kering dan rentan terbakar, sehingga api semakin sulit dikendalikan.

Baca Juga:  Apresiasi Atas Penetapan Tersangka Kasus Sapphire Mansion Sokaraja Banyumas

Kerugian yang Tak Sedikit

Kebakaran hutan juga menghilangkan kekayaan sumber daya hutan yang merupakan aset dan potensi negara. Hutan yang terbakar membutuhkan waktu puluhan tahun untuk kembali seperti semula, sementara jasa lingkungan seperti penyerapan karbon, penyimpanan air, dan pencegah erosi ikut hilang.

Tim redaksi berharap permasalahan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia dapat segera teratasi, agar kerugian bagi manusia, satwa, dan kekayaan alam tidak terus berulang.
Tim/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel infojatengnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kantor Advokat Bin Law Luncurkan Satgas Bin Law Guard, Gabungkan Layanan Hukum dan Pengamanan
ARB Tegaskan Aksi Murni Suara Rakyat Banyumas, Bantah Isu Premanisme – Sampaikan 4 Tuntutan
SMP Islam.Pemalang Gelar Lomba Peragaan Busana Islami Memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2026
Siswa – Siswi SDN 01 Mulyoharjo Pemalang Dapatkan Prestasi FLS3N , POPDA dan MAPSI Tahun 2026
Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak Yang Dilakukan Oleh Orang Tua Angkat di Pati Disorot, Respons Pemerintah Desa Karangwotan Dipertanyakan
Kapolres Semarang Shalat Jumat Keliling, ajak warga lapor 110 apabila temuin gangguan Kamtibmas.
Apresiasi Ketertiban Mahasiswa, Polda Jateng Imbau Aksi Unras di Jalan Pahlawan Dibubarkan secara Tertib
Pangdam IV/Diponegoro Perkuat Kesiapan Satuan, Tinjau Fasilitas dan Kebugaran Prajurit
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:45 WIB

Memahami Penyebab dan Dampak Luas bagi Manusia, Satwa, dan Lingkungan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:38 WIB

Kantor Advokat Bin Law Luncurkan Satgas Bin Law Guard, Gabungkan Layanan Hukum dan Pengamanan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:15 WIB

ARB Tegaskan Aksi Murni Suara Rakyat Banyumas, Bantah Isu Premanisme – Sampaikan 4 Tuntutan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:34 WIB

SMP Islam.Pemalang Gelar Lomba Peragaan Busana Islami Memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2026

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:29 WIB

Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak Yang Dilakukan Oleh Orang Tua Angkat di Pati Disorot, Respons Pemerintah Desa Karangwotan Dipertanyakan

Berita Terbaru