SEMARANG โ Infojatengnews.com-Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang membentuk tim relawan kebencanaan yang melibatkan mahasiswa dari 16 perguruan tinggi di Kota Semarang. Tim ini disiapkan untuk memperkuat kesiapsiagaan dan membantu penanganan bencana, baik pada musim kemarau maupun musim penghujan.
Tim tersebut berawal dari inisiatif relawan Korps Sukarela (KSR) di salah satu perguruan tinggi, yakni Universitas Semarang (USM). Program kemudian dikembangkan agar melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang memiliki Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) KSR.
Dalam pembentukannya, setiap perguruan tinggi diminta mengirimkan sekitar 10 mahasiswa untuk bergabung. Secara keseluruhan, jumlah peserta yang terlibat mencapai sekitar 170 orang, termasuk personel dari unsur terkait.
Pembentukan tim ini menjadi salah satu upaya PMI Kota Semarang untuk memperkuat ketersediaan sumber daya manusia dalam menghadapi situasi darurat.
Perwakilan PMI Kota Semarang Wiwit Rijanto S.H, M.H menyatakan keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan personel ketika terjadi bencana maupun saat PMI menggelar kegiatan kesiapsiagaan.
โKalau nanti ada bencana di Kota Semarang, kita siap. Jadi, tidak hanya untuk musim penghujan, tetapi juga musim kemarau,โ ujarnya.
Dibekali Materi Manajemen Kebencanaan
Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai manajemen relawan dan manajemen kebencanaan. Materi yang diberikan mencakup pengelolaan data dan informasi, koordinasi antarinstansi, serta mekanisme penanganan bencana melalui posko siaga 24 jam.
Posko tersebut berfungsi menerima laporan masyarakat terkait kejadian bencana, mengolah informasi, serta mengoordinasikan pengerahan personel untuk membantu penanganan di lapangan.
Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari dengan materi yang cukup padat. Menurut perwakilan PMI Kota Semarang, materi yang disampaikan merupakan bagian dari pembekalan manajemen kebencanaan yang dalam paket pelatihan lebih panjang dapat mencapai 120 jam.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, termasuk mengetahui pihak yang harus dihubungi serta langkah yang perlu dilakukan ketika terjadi keadaan darurat.
Perkuat Kesiapsiagaan Musim Kemarau dan Penghujan
Selain menghadapi potensi bencana pada musim penghujan, tim relawan juga disiapkan untuk membantu penanganan dampak kekeringan pada musim kemarau.
Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak. Saat ini, PMI Kota Semarang menyebut memiliki satu mobil tangki air untuk mendukung kegiatan tersebut.
Ke depan, PMI berharap dapat menambah armada menjadi dua atau tiga unit. Upaya itu diharapkan bisa didukung melalui bantuan pemerintah, donatur, maupun perusahaan yang bersedia berkontribusi dalam pengadaan sarana penanggulangan bencana.
PMI Kota Semarang menyatakan siap menyalurkan bantuan dan mengoptimalkan sarana yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama ketika terjadi kekurangan air bersih.
Bersinergi dengan Damkar dan Posko 24 Jam
Dalam penanganan keadaan darurat, PMI Kota Semarang juga menjalin koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar).
Kolaborasi tersebut dilakukan melalui koordinasi posko sehingga laporan kejadian dapat ditindaklanjuti oleh instansi sesuai tugas dan kewenangannya.
Dalam kejadian kebakaran, misalnya, Damkar berfokus pada pemadaman api, sedangkan PMI dapat membantu penanganan korban, warga terdampak, maupun petugas yang membutuhkan pertolongan.
Keberadaan tim relawan dari perguruan tinggi diharapkan memperkuat koordinasi tersebut, terutama ketika dibutuhkan tambahan personel dalam waktu cepat.
Tim ini juga dibentuk secara khusus untuk mendukung kebutuhan PMI Kota Semarang, bukan hanya untuk menjalankan kegiatan di lingkungan kampus masing-masing.
Dengan demikian, mahasiswa yang tergabung di dalamnya diharapkan bersedia bertugas ketika dipanggil untuk membantu PMI, termasuk
Tim /Red








