Geger!!!, Bisma Tewas Terpanah di Kebondalem Madureja Prambanan Sleman DIY.

- Penulis

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yogyakarta-Sleman,Infojatengnews.com Tribuncakranews.com. Kabar tewasnya Bisma menggegerkan Pedukuhan Kebondalem, Prambanan, Sleman, DIY. Bisma tewas pada Hari Sabtu, Tanggal 29 Agustus 2026. Menurut saksi mata kejadian ini terpicu oleh backing membacking dan perebutan wilayah kekuasaan. Saksi mata menyebutkan bahwa Waktu kejadian dimulai sejak pukul 21.00.

Kejadian ini semakin viral karena disaksikan oleh ribuan warga sekitar. Ribuan warga yang menyaksikan semakin gemas ketika melihat langsung dalangnya.

Lebih mengejutkan lagi, kejadian ini justru terjadi disaksikan langsung oleh Lurah Madurejo, Prambanan, tokoh masyarakat dan ribuan warga.

Kejadian Tewasnya Bisma disebabkan oleh seorang provokator yang lihai dan piawi dibidangnya. Ternyata dalangnya Ki Gando Suharna, S.Sn sebagai dalang utama tewasnya Resi Bisma.

Ki Gondo Suharno, S.Sn dihadapan Panitia, pejabat dan ribuan anggota masyarakat diminta untuk menceritakan secara detail kronologi kejadian gugurnya Resi Bisma. Perintah itu ditandai dengan penyerahan tokoh wayang Resi Bisma dari Kepala Dukuh Kebondalem kepada Dalang Ki Gondo Suharno, S.Sn.

Ki Gondo Suharno, S.Sn menceritakan kronologi Resi Bisma Gugur dengan sanggit selangit, komplit, menggigit. Pengiring dari kelompok pengrawit Sanggar Kademangan yang cukat trampil trengginas dan tujuh waranggono yang cantik-cantik.

Wayangan dalam rangka Mertidesa (Bersih Desa) Pedukuhan Kebondalem, Madureja, Prambanan, Sleman, DIY. menggambil lakon dari cerita Babad baratayudha episode Bisma-Bogadentha Gugur. Dua lakon dikolaborasi dalam satu pentas semalam.

Sejak dulu Pedukuhan Kebondalem setiap dua tahun selalu mengadakan tradisi Mertidesa dengan menggelar wayang lakon sakral Baratayudha.

Pentas Wayang Baratayudha termasuk pentas wayang kulit yang sakral, maka sebelum pentas dibutuhkan persiapan tertentu baik dari ki Dalang maupun panitia. Ki Dalang dengan laku ritual khusus dan panitia menyiapkan umbo rampe sesaji khusus wayang Baratayudha.

Lakon wayang perang saudara antara korawa dan Pandawa berlangsung selama 18 hari di Tegal Kurukasetra. Perang ini di sebut Perang Baratayudha.

Selanjutnya dikisahkan oleh ki Gondo Suharno, S.Sn bahwa Resi Bisma yang bernama kecil Dewa Brata sampai akhir hayatnya tidak memiliki istri. Resi Bisma seorang yang sakti mandraguna paribasan ora empan gerinda tapak palune pande. Tapi biarpun sakti madraguna Bisma tetap memiliki titik lemah.
Resi Bisma gugur karena sumpah sendiri.

Dalam Perang Baratyudha Resi Bisma berpihak kepada korawa. Ia berperan sebagai senopati.

Resi Bisma memiliki kesaktian yang sangat ditakuti pihak Pandawa. Resi Bisma jika dilawan tidak akan mudah maka Pandawa mencari akal supaya dapat mengalahkannya. Pandawa tahu titik lemah Resi Bisma. Selanjutnya, Pandawa menunjuk Srikandi sebagai senopati. Gugurnya Resi Bisma karena terkena panah Srikandi bernama Bramawarastra milik Arjuna . Pada saat berhadapan dengan Resi Bisma, Srikandi jiwanya dirasuki sukma Dewi Hamba. Dewi Hamba bertujuan untuk balas dendam kepada Resi Bisma karena suatu hal. Pada saat panah Srikandi melesat panah tersebut dikawal sukma Dewi Hamba sehingga tepat menyasar ke tubuh Resi Bisma. Ketika terkena panah Srikandi Resi Bisma tidak langsung meninggal.

Baca Juga:  Diduga Cacat Hukum, Proses Seleksi Talenta Sekretaris Daerah Cilacap Dipertanyakan

Sebelum Resi Bisma meninggal, ia minta kepada Korawa dan Pandawa supaya ia ditidurkan di atas tumpukan rongsokan senjata. Serta diberi minum berupa cair pengasah senjata yaitu warangan. Sebelum meninggal Resi Bisma memberi wejangan kepada Korawa dan Pandawa tentang baik buruknya kehidupan. Resi Bisma wafat pukul 01.15 pada hari ke 12. Jasadnya di sawor dengan berbagai wewangian bunga, kepulan asap dupa, kemenyan, kayu cendana dengan diiringi gending tlutur. Sehingga
Suasana tampak semakin tintrim semua penonton terbawa alur cerita Sang Dalang, terdiam, susah, sedih, perih, dan lain-lain.

Ki Gondo Suharna, S.SN. merupakan Alumnus ISI Yogyakarta. Beliau tinggal di Sewon, Kabupaten Bantul, DIY. Beliau, pada Hari Sabtu, Tanggal 5 September 2026 akan mendalang di Pundung Putih, Bergas, Semarang.

Galuh, Kepala Dukuh Kebondalem, Madureja, Prambanan, Sleman mengatakan, “Pentas wayang serial Baratyudha sebelumnya sudah dipentas beberapa puluh kali. Event ini diadakan setiap dua tahun sekali. Pentas malam ini dalam rangka Merti Dusun Kebondalem. Merti Dusun diadakan sebagai rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kemakmuran dan kesejahteraan bagi warga Kebondalem.”

Menurut Pantia pelaksanaan wayangan bekerja sama dengan semua unsur masyarakat Kebondalem, dari pengurus kampung, tokoh-tokoh masyarakat, karangtaruna, UMKM dan unsur keamanan. Biaya pelaksanaan berasal dari swadaya masyarakat.

Pada malam pentas wayang dihadiri oleh ribuan warga dan dua turis asal Jerman. Warga Jerman tersebut adalah Mrs Cornelia Wendel seorang Dalang Perempuan Wayang Jerman (shadow puppet artist) dan Mr Klouse. Ketika diwawancarai Mrs Cornelia Wendel menuturkan ia
sebagai dalang menurut versinya sendiri. Ia tidak menggunakan literatur (babad) Ramayana ataupun Baratayudha. Musik yang digunakan untuk mengiringi wayangnya bukan gamelan versi Jawa atau gamelan layaknya di Indonesia. Dalang perempuan dan temannya dari Jerman ini datang ke Indonesia sangat senang karena dapat menyaksikan pentas wayang secara langsung.

Ketika tulisan ini diunggah keredaksi pentas wayang masih berlangsung dengan episode Bogadentha gugur.

Tim/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel infojatengnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Meminta Sejumlah Uang, Dua Anggota Polda Jambi di Laporkan Divpropam Polri
Galian Pasir Pesisir Tanggulangin Dikeluhkan Warga, Lahan Pertanian Terancam Rusak
Jelang Pilkades 2026, Romo Dr. Agustinus Ajak Masyarakat Manggarai Jaga Sitkamtibmas
Sopir Mengaku Anggota TNI Diduga Terlibat Curanmor, Diamankan Tim URC Polres Sukoharjo
Pelapor Sebut Akun TikTok dan Facebook Diduga Sebarkan Foto serta Tuduhan yang Merugikan Nama Baiknya
Dituduh Melakukan Pemerasan Saat Terima Konsultasi Izin Kandang Ayam, Sugiyono Laporkan Dugaan Penghasutan dan Penganiayaan
Gerak Cepat Polisi, Kasus Pencurian Motor di Grogol Berhasil Diungkap
Aduan Dilayangkan 10 Agustus 2026, Ditreskrimsus Polda Jateng Terbitkan Surat Perintah Penyelidikan dan Dalami Dugaan Alih Fungsi Lahan
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:49 WIB

Diduga Meminta Sejumlah Uang, Dua Anggota Polda Jambi di Laporkan Divpropam Polri

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 00:53 WIB

Galian Pasir Pesisir Tanggulangin Dikeluhkan Warga, Lahan Pertanian Terancam Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Jelang Pilkades 2026, Romo Dr. Agustinus Ajak Masyarakat Manggarai Jaga Sitkamtibmas

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Sopir Mengaku Anggota TNI Diduga Terlibat Curanmor, Diamankan Tim URC Polres Sukoharjo

Selasa, 29 September 2026 - 20:24 WIB

Pelapor Sebut Akun TikTok dan Facebook Diduga Sebarkan Foto serta Tuduhan yang Merugikan Nama Baiknya

Berita Terbaru

NASIONAL

Kamis, 15 Okt 2026 - 09:17 WIB