Filosofi Jawa “Alam Sejati” Agus Kliwir : Keteguhan, Kehidupan dan Pengayoman

- Penulis

Senin, 28 September 2026 - 13:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PATI -Infojatengnews.com- Kehidupan tidak dapat dipisahkan dari hubungan manusia dengan sesama dan alam. Dari pemikiran tersebut, Padepokan Paku Bumi Gus Alif Sabdodadi โ€œAlam Sejatiโ€

Menempatkan prinsip โ€œNguripi lan Ngayomiโ€ sebagai pesan utama, dalam membangun nilai kehidupan.

Pendiri padepokan, Agus Kliwir menjelaskan bahwa โ€œNguripi lan Ngayomiโ€ mengandung pesan sederhana, namun mendalam

Manusia hendaknya mampu menghidupi, sekaligus mengayomi kehidupan di sekitarnya.

โ€œSetiap keberadaan seharusnya membawa manfaat. Kita hidup bukan hanya untuk diri sendiri

Tetapi juga bagaimana bisa memberikan kehidupan dan menjaga orang lain,โ€ ungkap Agus Kliwir, Jumat (25/9/2026).

Ia menyebut โ€œNguripiโ€ memiliki makna menghadirkan manfaat, sedangkan โ€œNgayomiโ€ mengandung nilai perlindungan, kepedulian dan rasa aman.

Dalam konsep Alam Sejati, manusia dipandang sebagai bagian dari kehidupan yang tidak berdiri sendiri.

Hubungan dengan lingkungan, budaya dan masyarakat perlu dijaga, agar kedepan tetap seimbang.

Karena itu, simbol bumi, akar, wayang dan berbagai ornamen tradisional Jawa digunakan sebagai bagian dari identitas padepokan.

Akar menjadi gambaran pentingnya memiliki dasar yang kuat, sedangkan bumi menjadi simbol kehidupan yang harus dirawat bersama.

Menurut Agus Kliwir, kemajuan kehidupan tidak seharusnya membuat manusia menjauh dari nilai-nilai kebersamaan.

Justru ketika seseorang semakin kuat, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk menjaga lingkungan dan sesama.

โ€œPrinsipnya sederhana, jangan hanya ingin dihidupi, tetapi juga belajar menghidupi. Jangan hanya ingin dilindungi, tetapi juga mampu mengayomi,โ€ tambahnya.

Filosofi tersebut, bisa diharapkan menjadi pengingat bahwa keseimbangan kehidupan lahir dari sikap saling menghormati, peduli dan memberikan manfaat.

Alam Sejati pun membawa pesan bahwa manusia boleh memiliki cita-cita tinggi, namun tetap harus memiliki akar nilai

Untuk menjaga keseimbangan, dan tidak kehilangan rasa kemanusiaan”, pungkasnya.(Tim/red)

Baca Juga:  Nyawa Dipertaruhkan di Jalan Kandis, Teuku Reyza: Anak-Anak Ini Diduga Dieksploitasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel infojatengnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Masjid Baiturrahman, Kapolresta Pati Gaungkan โ€œTetep Seduluran Saklawase
Lahan Rumah Sederhana Berubah Komersial, Dua Petinggi Sapphire Mansion Tersangka
Apresiasi Atas Penetapan Tersangka Kasus Sapphire Mansion Sokaraja Banyumas
Polres Purworejo Salurkan 4.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Pemilik Family Bakery Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual, Gandeng LSM Tamperak
Pangdam IV/Diponegoro Dorong Atlet Menembak Kejar Prestasi Nasional dan Internasional
Danrem 072/Pamungkas Hadiri Pembukaan Open Tournament Domino Orado 101 Piala Panglima TNI
DPC GRIB JAYA Banyumas Hadir Di Anniversary Ke-4 Sekawan Natajiwa Banyumas
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 13:27 WIB

Filosofi Jawa “Alam Sejati” Agus Kliwir : Keteguhan, Kehidupan dan Pengayoman

Senin, 28 September 2026 - 13:22 WIB

Dari Masjid Baiturrahman, Kapolresta Pati Gaungkan โ€œTetep Seduluran Saklawase

Senin, 28 September 2026 - 11:32 WIB

Apresiasi Atas Penetapan Tersangka Kasus Sapphire Mansion Sokaraja Banyumas

Senin, 28 September 2026 - 06:50 WIB

Polres Purworejo Salurkan 4.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Senin, 28 September 2026 - 06:45 WIB

Pemilik Family Bakery Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual, Gandeng LSM Tamperak

Berita Terbaru