Naskah Esai Kritik Muktamar Ke-35 NU Viral di Media Sosial, Pertanyakan Mekanisme Pemilihan Opsi Bjombang

- Penulis

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jombang,Infojatengnews.com-Suasana usai voting pemilihan mekanisme kepemimpinan pada Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Tambakberas memanas.

Sebuah esai perlawanan yang ditulis oleh kader muda NU, Rodia Alfarozi, disampai oleh Wakil Ketua Umum PIN Zidni Fauz Abadi kepada kami awak media,
dan beredar juga hingga memicu perdebatan hangat di kalangan Nahdliyin pada Minggu (30/8/2026).

โ€‹Esai berjudul “OPSI B: KETIKA NU MENYERAHKAN LEHER KE PISAU 9 ORANG” tersebut menyoroti keputusan muktamar yang memenangkan Opsi B dengan perolehan 401 suara.

Keputusan ini memangkas hak 552 muktamirin dalam menentukan Ketua Umum PBNU secara langsung dan mengalihkan wewenang akhir kepada 9 anggota Ahlul Halli wal โ€˜Aqdi (AHWA).
โ€‹Dalam tulisannya, Rodia menilai perubahan mekanisme tersebut bukan sebuah reformasi, melainkan langkah mundur menuju restorasi oligarki yang memindahkan ruang kompetisi dari forum terbuka ke arena lobi tertutup.

โ€‹Poin Utama Esai Perlawanan
โ€‹Rodia Alfarozi merinci empat potensi krisis internal (yang ia sebut sebagai “bom waktu”) akibat diterapkannya Opsi B:

โ€‹Konflik Legitimasi Tanpa Akhir: Kekalahan yang diputuskan di ruang tertutup dinilai berpotensi menyisakan dendam politik serta fitnah ketimbang kekalahan terbuka di forum muktamar.

โ€‹Krisis Kepemimpinan Lumpuh: Ketua Umum terpilih berisiko kehilangan legitimasi kuat dari akar rumput karena dianggap hanya pilihan 9 orang anggota AHWA, bukan suara mayoritas muktamirin.

โ€‹Kerentanan Politik Uang: Terpusatnya keputusan pada 9 orang AHWA dinilai memperbesar celah transaksi politik dan kompromi pragmatis demi mengamankan kursi pimpinan PBNU.

โ€‹Ancaman Perpecahan Organisasi: Mekanisme persetujuan Rais Aam berpotensi memicu keretakan struktural apabila terjadi perbedaan pandangan ekstrem antara Rais Aam dan Ketua Umum PBNU di kemudian hari.

โ€‹Seruan Pengawasan Publik
โ€‹Meski menyatakan menghormati hasil voting 401 suara tersebut, esai itu menegaskan bahwa warga Nahdliyin tidak boleh tinggal diam atas konsekuensi politik yang ditimbulkannya.
โ€‹Rodia menyerukan kepada tim AHWA untuk menjaga integritas dari tekanan maupun transaksi keuangan, mengimbau para kandidat bertarung secara terhormat, serta mengajak seluruh Nahdliyin untuk mengawal ketat empat tahapan proses pemilihan mendatang menggunakan jalur konstitusi dan AD/ART organisasi.

Baca Juga:  Operasi Antik Toba 2026, Polresta Deli Serdang Ungkap 65 Kasus Narkotika dan Amankan 78 Tersangka

โ€‹”Jika ada satu rupiah masuk, kami teriak. Jika ada satu amanah dijual, kami lawan. Karena NU ini bukan milik politisi, NU adalah titipan para wali,” tegas Rodia dalam penutup esainya.

โ€‹Hingga berita ini diturunkan, tulisan tersebut terus mendapat sorotan dan tanggapan beragam dari berbagai lapisan muktamirin serta warga NU di media sosial.

(Enjang/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel infojatengnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rotasi Perangkat Desa Kembaran: Tiga Pejabat Resmi Dilantik, Mengisi Kekosongan Sekretaris Desa
Pengungkapan Pig Butchering Scam Diapresiasi FBI, Empat Personel Ditressiber Polda Jateng Diundang Ikuti Pelatihan Polda Jateng dan FBI
Perkuat Sinergi dengan Pemkab Pati, Pengurus SMSI Pati Audiensi ke Diskominfo
ISTRI FUJIYANTO DESAK KEADILAN! Kuasa Hukum Minta Dugaan Ancaman dan Penodongan Pisau Turut Diusut
Seminggu Menjabat, Kapolda DIY Perkuat Sinergi TNI-Polri melalui Silaturahmi ke Lanal Yogyakarta
Banyumas Usulkan 8 Ruas Jalan Lewat DAK dan Inpres Jalan Daerah Tahun 2027, Total Anggaran Capai Rp41,545 Miliar
Sengketa Tanah No.23/Pdt.G/2026/PN/ Banyumas. Saksi Ahli Jelaskan Prinsip Pembeli Beritikad Baik dan Kedudukan Akte Notaris
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:17 WIB

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Pengungkapan Pig Butchering Scam Diapresiasi FBI, Empat Personel Ditressiber Polda Jateng Diundang Ikuti Pelatihan Polda Jateng dan FBI

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Perkuat Sinergi dengan Pemkab Pati, Pengurus SMSI Pati Audiensi ke Diskominfo

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:17 WIB

ISTRI FUJIYANTO DESAK KEADILAN! Kuasa Hukum Minta Dugaan Ancaman dan Penodongan Pisau Turut Diusut

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:11 WIB

Seminggu Menjabat, Kapolda DIY Perkuat Sinergi TNI-Polri melalui Silaturahmi ke Lanal Yogyakarta

Berita Terbaru