Instruksi Pj Bupati Terkait Perizinan Karaoke Diduga Hanya Omong Kosong: 11 Usaha Tanpa Izin di Cilacap Timur Masih Beroperasi Tanpa Penindakan

- Penulis

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cilacap, Infojatengnews.com  – Instruksi Penjabat Bupati Cilacap terkait penertiban dan penegakan perizinan tempat hiburan karaoke diduga hanya menjadi omongan belaka. Pasalnya, sejak instruksi tersebut disampaikan hingga berita ini diterbitkan, belum terlihat adanya langkah penindakan nyata terhadap sejumlah usaha karaoke yang tidak memiliki izin resmi di wilayah Kecamatan Cilacap Timur.

Kondisi ini tentu memunculkan banyak pertanyaan di kalangan masyarakat. Berbagai spekulasi pun bermunculan: apakah arahan pimpinan daerah ini hanya sekadar pernyataan tanpa tindak lanjut, atau sudah terjalin proses lobi-lobi baik di lingkungan jajaran pemerintahan maupun di jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebagai instansi utama penegak Peraturan Daerah (Perda). Hal ini pun memicu anggapan bahwa Pemerintah Kabupaten Cilacap terlihat tidak tegas dan melempem dalam menegakkan aturan yang berlaku.

Berdasarkan keterangan narasumber yang diperoleh media ini, awalnya masyarakat menyambut baik arahan Penjabat Bupati yang meminta agar kepatuhan terhadap perizinan tempat hiburan segera ditegakkan. Namun harapan itu perlahan memudar. Setelah pihak pengelola atau pemilik usaha karaoke dipanggil untuk dimintai keterangan, tidak ada langkah nyata yang diambil selanjutnya.

Hingga saat berita ini dipublikasikan, tercatat sebanyak 11 tempat hiburan karaoke di wilayah Cilacap Timur yang sama sekali belum memiliki izin operasional, namun tetap beroperasi seperti biasa tanpa adanya gangguan atau penindakan dari pihak berwenang.

Hasil pemantauan langsung tim media di lapangan menemukan fakta yang lebih mengkhawatirkan. Selain tidak memiliki kelengkapan dokumen perizinan, sejumlah pemilik usaha karaoke tersebut diketahui seolah berlindung di balik perlindungan salah satu oknum aparat penegak hukum.

Hal ini pun menimbulkan pertanyaan mendasar di tengah masyarakat: apakah adanya perlindungan dari oknum tersebut menjadi alasan mengapa Pemerintah Kabupaten Cilacap terlihat tidak berani bertindak tegas, atau apakah sudah terjalin kesepakatan dan negosiasi tertentu sehingga penegakan aturan menjadi terhambat?

Baca Juga:  Polemik Meledak! Pasopati Nusantara Jaya Bongkar Alasan Pemecatan Andik, Eko HK: Organisasi Tetap Solid!

Untuk mengungkap kebenaran dan memperoleh penjelasan resmi, tim media ini telah berupaya menghubungi langsung Penjabat Bupati Cilacap melalui pesan aplikasi pesan singkat WhatsApp. Kami meminta tanggapan resmi terkait langkah apa yang akan dan telah disiapkan pemerintah daerah guna menindak tegas para pemilik usaha yang tidak mematuhi aturan perizinan tersebut. Namun hingga berita ini selesai disusun dan siap diterbitkan, belum ada tanggapan maupun jawaban yang disampaikan dari pihak Penjabat Bupati Cilacap.

Tim media akan terus memantau perkembangan penanganan masalah ini, serta tetap membuka ruang tanggapan dari semua pihak yang berkepentingan guna kebenaran informasi yang seimbang.

 

 

Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan hasil pemantauan lapangan dan keterangan narasumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Pihak-pihak yang disebutkan dalam berita ini diberikan hak tanggapan sesuai dengan peraturan pers yang berlaku. (*)

Penulis : Tim

Editor : Khanza

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel infojatengnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rotasi Perangkat Desa Kembaran: Tiga Pejabat Resmi Dilantik, Mengisi Kekosongan Sekretaris Desa
Pengungkapan Pig Butchering Scam Diapresiasi FBI, Empat Personel Ditressiber Polda Jateng Diundang Ikuti Pelatihan Polda Jateng dan FBI
Perkuat Sinergi dengan Pemkab Pati, Pengurus SMSI Pati Audiensi ke Diskominfo
ISTRI FUJIYANTO DESAK KEADILAN! Kuasa Hukum Minta Dugaan Ancaman dan Penodongan Pisau Turut Diusut
Seminggu Menjabat, Kapolda DIY Perkuat Sinergi TNI-Polri melalui Silaturahmi ke Lanal Yogyakarta
Banyumas Usulkan 8 Ruas Jalan Lewat DAK dan Inpres Jalan Daerah Tahun 2027, Total Anggaran Capai Rp41,545 Miliar
Sengketa Tanah No.23/Pdt.G/2026/PN/ Banyumas. Saksi Ahli Jelaskan Prinsip Pembeli Beritikad Baik dan Kedudukan Akte Notaris
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Rotasi Perangkat Desa Kembaran: Tiga Pejabat Resmi Dilantik, Mengisi Kekosongan Sekretaris Desa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:17 WIB

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Pengungkapan Pig Butchering Scam Diapresiasi FBI, Empat Personel Ditressiber Polda Jateng Diundang Ikuti Pelatihan Polda Jateng dan FBI

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Perkuat Sinergi dengan Pemkab Pati, Pengurus SMSI Pati Audiensi ke Diskominfo

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:17 WIB

ISTRI FUJIYANTO DESAK KEADILAN! Kuasa Hukum Minta Dugaan Ancaman dan Penodongan Pisau Turut Diusut

Berita Terbaru

NASIONAL

Kamis, 15 Okt 2026 - 09:17 WIB