39 Negara Berkumpul di Indonesia, Para Imam Besar Dunia Bahas Diplomasi Agama dan Perdamaian Global

- Penulis

Kamis, 24 September 2026 - 11:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, INFOJATENGNEWS.COM // Indonesia bersiap menjadi tuan rumah International Grand Imams Conference (IGIC) 2026, forum internasional yang mempertemukan para imam besar dari berbagai negara untuk membahas peran agama, masjid, dan diplomasi keagamaan dalam membangun harmoni serta perdamaian dunia.

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar mengatakan, konferensi yang berlangsung 25โ€“28 September 2026 tersebut telah diikuti delegasi dari sedikitnya 39 negara, dengan jumlah delegasi yang saat ini mencapai sekitar 45 orang. Pemerintah menargetkan total peserta hingga 500 orang.

โ€œTanggal 25 sampai tanggal 28 kita akan melakukan konferensi internasional imam-imam besar sedunia. Sudah 39 negara besar yang akan ikut hadir dengan 45 delegasi,โ€ ujar Nasaruddin Umar di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Menurut Menag, para peserta berasal dari berbagai kawasan, termasuk Timur Tengah, Eropa, Eropa Timur, Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, serta negara-negara lainnya.

IGIC 2026 mengusung tema โ€œMasjid Harmony, Religious Diplomacy, and Global Peaceโ€. Tema tersebut menempatkan masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai ruang membangun dialog, memperkuat hubungan antarmanusia, serta mendorong perdamaian.

Diplomasi Keagamaan untuk Meredam Konflik

Nasaruddin menjelaskan, salah satu pembahasan utama konferensi adalah bagaimana bahasa agama dan nilai-nilai spiritual dapat digunakan untuk menjembatani perbedaan maupun konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia.

โ€œKita akan mengangkat masalah religious diplomacy. Bagaimana menggunakan bahasa agama, bahasa spiritual ini untuk merajut perbedaan bahkan konflik yang ada,โ€ jelasnya.

Ia menilai nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal dapat menjadi titik temu di tengah perbedaan bangsa, etnis, bahasa maupun latar belakang masyarakat.

Selain isu perdamaian global, konferensi juga akan membahas penguatan fungsi masjid sebagai pusat peradaban dan pengembangan umat, termasuk potensi ekonomi kemasjidan.

Baca Juga:  Polantas Menyapa: Satlantas Polres Karanganyar Permudah Proses Balik Nama BPKB Lewat Pelayanan Humanis dan Transparan

Jakarta Understanding Jadi Salah Satu Target

Salah satu agenda penting IGIC 2026 adalah penyusunan Jakarta Understanding, yang dijadwalkan dirumuskan dalam rangkaian kegiatan pada 27 September.

Dokumen tersebut ditargetkan menjadi rekomendasi bersama mengenai peran masjid dalam menciptakan harmoni kehidupan masyarakat dunia.

โ€œAkan ada deklarasi, ada Jakarta Understanding nanti yang kita akan merekomendasikan kepada seluruh imam-imam dari berbagai pelosok dunia bagaimana supaya masjid itu akan berkontribusi terhadap penciptaan harmoni dalam kehidupan bersama di muka bumi ini,โ€ kata Nasaruddin.

Selain itu, forum juga akan membahas kemungkinan pembentukan International Grand Imam Forum, sebagai wadah kebersamaan para imam dalam merespons berbagai persoalan global.

Masjid dan Potensi Ekonomi Umat

Tidak hanya berbicara mengenai perdamaian dan diplomasi agama, IGIC 2026 juga memasukkan potensi ekonomi kemasjidan sebagai salah satu agenda panel pada 26 September.

Peserta nasional yang hadir berasal dari berbagai unsur, mulai dari imam masjid seluruh Indonesia, jajaran Kementerian Agama, pimpinan perguruan tinggi keagamaan Islam, Ikatan Persaudaraan Imam Masjid, organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, akademisi, hingga pemerhati serta aktivis perdamaian dunia.

Sebelum konferensi utama digelar, rangkaian Bridging to IGIC telah dilaksanakan di lima provinsi, yakni Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Banten, Jawa Timur dan Jawa Barat.

Rangkaian utama IGIC 2026 akan berlangsung di sejumlah lokasi di Jakarta, antara lain Masjid Istiqlal, Hotel Bidakara, dan Hotel Grand Sahid Jakarta.

Indonesia kini bersiap menjadi ruang pertemuan lintas negara bagi para imam dan tokoh keagamaan dunia, dengan agenda yang diarahkan bukan hanya pada dialog keagamaan, tetapi juga pada penguatan peran masjid dalam membangun perdamaian, kemanusiaan dan kehidupan masyarakat yang harmonis. Red/Chaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel infojatengnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polantas Menyapa: Satlantas Karanganyar Berikan Edukasi Administrasi Kendaraan, Permudah Layanan BPKB, Mutasi, dan Balik Nama
Polantas Menyapa: Satlantas Polres Karanganyar Permudah Proses Balik Nama BPKB Lewat Pelayanan Humanis dan Transparan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 11:19 WIB

39 Negara Berkumpul di Indonesia, Para Imam Besar Dunia Bahas Diplomasi Agama dan Perdamaian Global

Senin, 20 Juli 2026 - 10:15 WIB

Polantas Menyapa: Satlantas Karanganyar Berikan Edukasi Administrasi Kendaraan, Permudah Layanan BPKB, Mutasi, dan Balik Nama

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:28 WIB

Polantas Menyapa: Satlantas Polres Karanganyar Permudah Proses Balik Nama BPKB Lewat Pelayanan Humanis dan Transparan

Berita Terbaru