JAKARTA, INFOJATENGNEWS.COM // Indonesia bersiap menjadi tuan rumah International Grand Imams Conference (IGIC) 2026, forum internasional yang mempertemukan para imam besar dari berbagai negara untuk membahas peran agama, masjid, dan diplomasi keagamaan dalam membangun harmoni serta perdamaian dunia.
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar mengatakan, konferensi yang berlangsung 25โ28 September 2026 tersebut telah diikuti delegasi dari sedikitnya 39 negara, dengan jumlah delegasi yang saat ini mencapai sekitar 45 orang. Pemerintah menargetkan total peserta hingga 500 orang.
โTanggal 25 sampai tanggal 28 kita akan melakukan konferensi internasional imam-imam besar sedunia. Sudah 39 negara besar yang akan ikut hadir dengan 45 delegasi,โ ujar Nasaruddin Umar di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Menurut Menag, para peserta berasal dari berbagai kawasan, termasuk Timur Tengah, Eropa, Eropa Timur, Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, serta negara-negara lainnya.
IGIC 2026 mengusung tema โMasjid Harmony, Religious Diplomacy, and Global Peaceโ. Tema tersebut menempatkan masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai ruang membangun dialog, memperkuat hubungan antarmanusia, serta mendorong perdamaian.
Diplomasi Keagamaan untuk Meredam Konflik
Nasaruddin menjelaskan, salah satu pembahasan utama konferensi adalah bagaimana bahasa agama dan nilai-nilai spiritual dapat digunakan untuk menjembatani perbedaan maupun konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia.
โKita akan mengangkat masalah religious diplomacy. Bagaimana menggunakan bahasa agama, bahasa spiritual ini untuk merajut perbedaan bahkan konflik yang ada,โ jelasnya.
Ia menilai nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal dapat menjadi titik temu di tengah perbedaan bangsa, etnis, bahasa maupun latar belakang masyarakat.
Selain isu perdamaian global, konferensi juga akan membahas penguatan fungsi masjid sebagai pusat peradaban dan pengembangan umat, termasuk potensi ekonomi kemasjidan.
Jakarta Understanding Jadi Salah Satu Target
Salah satu agenda penting IGIC 2026 adalah penyusunan Jakarta Understanding, yang dijadwalkan dirumuskan dalam rangkaian kegiatan pada 27 September.
Dokumen tersebut ditargetkan menjadi rekomendasi bersama mengenai peran masjid dalam menciptakan harmoni kehidupan masyarakat dunia.
โAkan ada deklarasi, ada Jakarta Understanding nanti yang kita akan merekomendasikan kepada seluruh imam-imam dari berbagai pelosok dunia bagaimana supaya masjid itu akan berkontribusi terhadap penciptaan harmoni dalam kehidupan bersama di muka bumi ini,โ kata Nasaruddin.
Selain itu, forum juga akan membahas kemungkinan pembentukan International Grand Imam Forum, sebagai wadah kebersamaan para imam dalam merespons berbagai persoalan global.
Masjid dan Potensi Ekonomi Umat
Tidak hanya berbicara mengenai perdamaian dan diplomasi agama, IGIC 2026 juga memasukkan potensi ekonomi kemasjidan sebagai salah satu agenda panel pada 26 September.
Peserta nasional yang hadir berasal dari berbagai unsur, mulai dari imam masjid seluruh Indonesia, jajaran Kementerian Agama, pimpinan perguruan tinggi keagamaan Islam, Ikatan Persaudaraan Imam Masjid, organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, akademisi, hingga pemerhati serta aktivis perdamaian dunia.
Sebelum konferensi utama digelar, rangkaian Bridging to IGIC telah dilaksanakan di lima provinsi, yakni Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Banten, Jawa Timur dan Jawa Barat.
Rangkaian utama IGIC 2026 akan berlangsung di sejumlah lokasi di Jakarta, antara lain Masjid Istiqlal, Hotel Bidakara, dan Hotel Grand Sahid Jakarta.
Indonesia kini bersiap menjadi ruang pertemuan lintas negara bagi para imam dan tokoh keagamaan dunia, dengan agenda yang diarahkan bukan hanya pada dialog keagamaan, tetapi juga pada penguatan peran masjid dalam membangun perdamaian, kemanusiaan dan kehidupan masyarakat yang harmonis. Red/Chaca








