22 Siswa Dirawat, Dugaan Keracunan MBG di SMA N 1 Sampang Menunggu Hasil Lab

- Penulis

Rabu, 23 September 2026 - 19:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CILACAP, INFOJATENGNEWS.COM // Sebanyak kurang lebih 22 siswa SMA Negeri 1 Sampang, Kabupaten Cilacap, mengalami keluhan sakit perut, mules dan diare setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peristiwa tersebut diketahui pada Rabu (23/9/2026), ketika sejumlah siswa mengalami gangguan kesehatan saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah yang beralamat di Jalan Lapangan No. 1, Desa Karang Tengah, Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap.

Keluhan tersebut diduga berkaitan dengan makanan MBG yang dikonsumsi para siswa sehari sebelumnya, Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Namun, hingga saat ini penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut masih dalam penyelidikan dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, menu MBG yang dikonsumsi siswa pada Selasa terdiri dari nasi, ayam bumbu kuning, semangka, tumis kangkung dan tahu.

 

Keluhan Muncul Malam Hari

Sejumlah siswa mulai mengalami mules, sakit perut dan diare pada Selasa malam. Kondisi tersebut kemudian semakin terlihat pada Rabu pagi saat proses belajar mengajar berlangsung.

Banyak siswa dilaporkan harus berulang kali meminta izin ke toilet karena mengalami diare. Pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan pihak SPPG yang menyediakan makanan MBG.

Siswa yang mengalami keluhan selanjutnya mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis, termasuk dibawa ke puskesmas serta RSUD Cilacap.

 

Sedikitnya 22 siswa tercatat menjalani perawatan di RSUD Cilacap.

Adapun sejumlah siswa yang tercatat mendapatkan perawatan antara lain Michela Verlin Cinta, Deya Salsa, Nur Fadillah, Ariski Angraeni, Anisa Rimdi, Safadiyah Puspita, Yesi Liaswita, Maula Naswa, Deswita, Nurul Wahidah, Khadijah, Dara Meika, Anisa Nur Hidayah, Rahmadita, Firli, Naila, Sefril, Ika, Areta, Dea, Alya Tungga dan Siti Maisyaroh.

 

Sampel Makanan Diperiksa Laboratorium

Dinas Kesehatan disebut telah melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap makanan yang dikonsumsi para siswa pada Selasa (22/9/2026).

Baca Juga:  Seleksi Sekretaris Daerah Cilacap Disorot, Diduga Abaikan Prosedur dan Timbulkan Diskriminasi

Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting untuk mengetahui apakah keluhan kesehatan para siswa berkaitan dengan makanan MBG atau terdapat faktor lain.

Dengan demikian, dugaan keracunan makanan dalam peristiwa ini belum dapat dipastikan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium diterbitkan.

Petugas juga telah melakukan pendataan siswa, meminta keterangan saksi serta memantau perkembangan kondisi para siswa yang mendapatkan perawatan.

Dua saksi yang disebut telah dimintai keterangan yakni Masbukin, guru kimia SMA Negeri 1 Sampang, warga Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, serta Erwin, petugas keamanan sekolah, warga Desa Ketanggung, Kecamatan Sampang.

 

SPPG Penyedia MBG

Makanan MBG yang dikonsumsi para siswa tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Jalan Gerilya RT 020/RW 007, Desa Sidasari, Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap.

Data yang dihimpun menyebutkan SPPG tersebut menggunakan nama Yayasan Lestari Berkah Mandiri dengan nama dapur Makan Bergizi Gratis.

SPPG tersebut tercatat mulai beroperasi pada 19 Agustus 2025. Pengelolaan KSPPG disebut atas nama Sufi Jaladri, S.E., dengan luas tanah sekitar 860 meter persegi dan luas bangunan sekitar 400 meter persegi.

Sementara itu, pihak terkait masih melakukan penelusuran untuk mengetahui sumber gangguan kesehatan yang dialami para siswa.

 

Menunggu Hasil Pemeriksaan

Sampai berita ini diturunkan, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap makanan menjadi salah satu acuan untuk memastikan penyebab kejadian.

Pihak sekolah, tenaga kesehatan dan unsur terkait juga melakukan monitoring terhadap kondisi siswa yang terdampak.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena menyangkut keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG yang dikonsumsi oleh para pelajar.

Awak media akan terus memantau perkembangan kondisi para siswa serta hasil pemeriksaan laboratorium dari pihak berwenang. Mbah Wasis (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel infojatengnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PELETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN RUMAH DINAS BATALYON C PELOPOR SATBRIMOB POLDA DIY DI GUNUNGKIDUL.
suami istri asal Bengkulu harus berurusan dengan polisi mengedarkan narkoba di Kota Lubuklinggau(sumatera selatan
“Provam Polri Terima Laporan Keluarga Korban, Oknum Akp IRW Polda Jambi karena Arogan, Kasar dan Usir Keluarga Korban”
TPST BLE Banyumas Siapkan Langkah Cerdas Antisipasi Cegah Kebakaran
LSM Tamperak Soroti Lolosnya SKP Overload dalam Tender — Bukti Dugaan Persekongkolan?
Ketika Laut Menjadi Jalur Keselamatan di Tengah Ancaman Perang
Tim URC Polres Sukoharjo Ungkap Pencurian Perhiasan Rp28 Juta di Grogol
Semarak HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Satlantas Polres Garut Hadir Berbagi dan Mengabdi untuk Masyarakat
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:04 WIB

22 Siswa Dirawat, Dugaan Keracunan MBG di SMA N 1 Sampang Menunggu Hasil Lab

Rabu, 23 September 2026 - 14:27 WIB

PELETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN RUMAH DINAS BATALYON C PELOPOR SATBRIMOB POLDA DIY DI GUNUNGKIDUL.

Rabu, 23 September 2026 - 14:17 WIB

suami istri asal Bengkulu harus berurusan dengan polisi mengedarkan narkoba di Kota Lubuklinggau(sumatera selatan

Rabu, 23 September 2026 - 09:19 WIB

“Provam Polri Terima Laporan Keluarga Korban, Oknum Akp IRW Polda Jambi karena Arogan, Kasar dan Usir Keluarga Korban”

Selasa, 22 September 2026 - 13:26 WIB

LSM Tamperak Soroti Lolosnya SKP Overload dalam Tender — Bukti Dugaan Persekongkolan?

Berita Terbaru